Manajemen Sarana dan Prasarana

Lita_Penggunaan sarana dan prasarana harus diatur, agar tercapai maksud yang diinginkan. Karena itu, kepala sekolah sebagai manajer pendidikan, punya kewajiban untuk mengatur. Dalam kondisi sarana dan prasarana yang kuantitasnya melebihi jumlah pengguna, soal penggunaan sarana dan prasarana tidaklah banyak menjadi persoalan. Oleh karena itu, pengaturan penggiliran dalam hal pengguanan haruslah dilakukan. Pada sekolah-sekolah, ruangan yang tersedia untuk peserta didik ada kalanya menggunakan sistem plot dan sistem tanpa plot. Pada penggunaan pada sistem plot, ruangan dengan mudah dikelola karena telah diperutukkan untuk kelas tertentu, contoh dari penggunaan sistem plot misalnya ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang laboratorium IPA, IPS, ruang bengkel, gudang, dan sebagainya. Sedangkan sistem non plot, ruangan tersebut dapat berganti-ganti dalam satu hari yang menempati ruang kelas tersebut lima sampai enam kelompok belajar yang berbeda. Model tanpa plot ini umumnya terjadi di perguruan tinggi, dimana setiap fakultas terdiri atas beberapa jurusan, setiap jurusan terdiri atas beberapa program studi, dan masing-masing program studi terdiri atas beberapa angkatan.

Penggunaan sarana dan prasarana pendidikan yang lainnya, umumnya yang berupa alat-alat elektronik hendaknya diperhatikan dengan seksama tentang petunjuk pengoperasian bagaimana yang tercantum dalam manual. Dewasa ini, petunjuk pengoperasiaan banyak yang berbahasa asing dan sekedar diformulasikan dengan gambar-gambar. Menerjemahkan petunjuk tersebut dengan sederhana dan langkah demi langkah, akan memudahkan kepada para pengguna untuk mengoperasikan, sebab kesalahan dalam hal pengoperasiaan, bisa menjadikan peralatan peralatan tersebut cepat rusak. Jika seluruh pengguna peralatan tersebut diharapkan dapat mengoperasikan dengan benar, maka pelatihan terhadap mereka sebenarnya dapat juga dilakukan.

Agar sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dan warga sekolah lain dengan merata, maka kepala sekolah perlu memberikan motivasi kepada para pengguna tersebut. Supaya kepala sekolah mengetahui kadar penggunaannya, pihak-pihak yang menggunakan dan yang tidak menggunakan, sepatutnya kepala sekolah mempunyai data tentang hal tersebut. Dengan demikian kepala sekolah juga sekaligus dapat melihat kepadatan penggunaan peralatan tersebut. Dengan adanya daftar penggunaan, waktu penggunaan, dan frekuensi penggunaan, kepala sekolah juga sekaligus akan tahu jenis peralatan dengan merek apa yang lebih handal dan jenis peralatan dengan merek apa yang kurang atau tidak handal (Maisyaroh, 2004:98-99).

Pihak sekolah mengharapkan seluruh pengguna fasilitas sekolah yang menggunakan fasilitas dan peralatan sekolah paham betul mengenai penggunaan yang tepat, supaya fasilitas dan peralatan bisa bertahan lama. Individu maupun kelompok akan bertanggungjawab atas kerusakan fasilitas dan peralatan sekolah. Aturan untuk penggunaan fasilitas dan peralatan sekolah antara lain:

  1. Kegiatan yang berhubungan dengan sarana dan prasarana sekolah harus disetujui oleh kepala sekolah.
  2. Permintaan untuk penggunaan fasilitas sekolah harus dilakukan kepada kepala sekolah disedikitnya sepuluh hari sebelum tanggal penggunaan.
  3. Kelompok yang menggunakan fasilitas sekolah akan bertanggungjawab atas segala kerusakan properti, persediaan, buku, peralatan dan semua bahan sekolah lainnya.
  4. Semua kegiatan harus memiliki pengawasan yang disetujui oleh sekolah.
  5. Penggunaan untuk fasilitas dan peralatan sekolah tidak dipergunakan untuk tujuan bisnis.
  1. B. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah

Seperti yang kita ketahui bersama,bahwa sarana dan prasarana merupakan penunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharpkan. Untuk merealisasikan pendidikan yang merupakan usaha sadar dan yang bertujuan mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa, maka sekolah hendaknya membina potensi lahir dan batin secara maksimal. Dengan demikian sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia yang seutuhnya, sesuai tujuan pendidikan dalam GBHN.

Tujuan pemeliharaan agar kekayaan yang besar nilainya itu memperoleh pengalaman yang baik. Pengamanan itu hendaknya secara menyeluruh, yaitu pengamanan perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, dan penghapusan.

Pemeliharaan merupakan kegiatan terus menerus untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik atau siap untuk dipakai. Menurut kurun waktu pemeliharaan dibedakan dalam:

  1. Pemeliharaan Sehari-hari

Dilaksanakan oleh pegawai yang menggunakan barang tersebut dan bertanggung jawab atas barang itu. Misalnya pengemudi mobil, pemegang mesin diesel, pemegang mesin tik, mesin stensil, harus memelihara kebersihan dan memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil.

  1. Pemeliharaan Berkala

Dilakukan dalam jangka waktu tertentu, misalnya dua bulan sekali, tiga bulan sekali. Pelaksanaan pemeliharaan dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan pihak kedua. Pemeliharaan berkala menurut keadaan barang dibedakan:

  1. Pemeliharaan barang habis pakai.
  2. Pemeliharaan barang tidak habis pakai

(1)   Pemeliharaan barang habis pakai merupakan cara penyimpanan sebelum barang tersebut digunakan.

(2)   Pemeliharaan barang tahan lama

(a)    Mesin atau alat praktek dan kantor (mesin tulis, mesin jahit, mesin pembangkit tenaga listrik dan pemeliharaan.

(i)              Sehari-hari dan berkala.

(ii)            Dilakukan oleh pegawai yang diserahi tanggung jawab atas barang tersebut.

(iii)           Membersihkan debu.

(iv)          Menutup kembali setelah penggunaan.

(v)            Untuk mesin pembangkit tenaga listrik perlu diperiksa alat pelumas dan alat pendingin. Pemeliharaan alat harus sesuai dengan ketentuan pabrik.

(b)   Mebel (perabot) memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan perbaikan jika terjadi kerusakan.

(c)    Gedung memerlukan pemeliharaan.

(i)      Sehari-hari seperti pembersihan, pengapuran atau pengecatan secara berkala.

(ii) perbaikan kerusakan, baik kerusakan ringan dan berat (rehabilitasi).

(d)   Kendaraan, ,memerlukan pemeliharaan sehari-hari, berkala dan perbaikan kerusakan. Pemeliharaan sehari-hari dilakukan oleh pengemudi, yakni meliputi

(i)        Membersihkan kendaraan.

(ii)      Memeriksa air radiator.

(iii)     Membersihkan dan memeriksa air accu.

(iv)    Dilaporkan kepada unit yang mengurus kendaraan untuk perbaikannya jika terdapat kerusakan.

(v)      Memelihara secara berkala misalnya servis, menurut jumlah kilometer tertentu yang sudah dijalani, sesuai dengan ketentuan pabrik.

(e)    Buku-buku

(i)        Pemeliharaan buku dilakukan setiap hari dan berkala.

(ii)      Pembersihan sehari-hari dengan cara membersihkan debu.

(iii)       Pemeliharaan berkala dengan cara menyemprot buku dengan obat anti hama.

(f)   Alat-alat laboratorium

(i)        Memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan sebagian pemeliharaan berkala.

(ii)      Alat-alat yang mudah pecah, ditempatkan pada kotak-kotak khusus.

(iii)     Alat-alat pemeliharaan sesuai dengan petunjuk pabrik.

(g)    Tanah

Pemeliharaan tanah hanya berupa pemagaran, pemeliharaan tanda batas dan pembersihan (Soenarya, 1996:170-171).

Dengan pemeliharaan dan perawatan yang cermat, diharapkan barang perlengkapan yang dimiliki sekolah dapat terawat dengan baik serta mudah dipergunakan dan tidak cepat rusak. Untuk hal tersebut perlu kesadaran dan tanggungjawab oleh semua pihak. Selain dari pengelolaan sarana dan prasarana di atas, maka masih ada yang penting yang perlu dilaksanakan adalah tentang adanya pelaporan. Dengan kegiatan laporan ini, maka pemantauan terhadap pengelolaan sarana dan prasarana ini dapat terjaga dengan baik.

~ oleh wahyumaulita pada April 17, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: