Macam-Macam Tes

TES FORMATIF DAN SUMATIF
Lita_Bagi pendidik, evaluasi pendidikan akan memberikan kepastian atau ketetapan hati kepada diri peserta didik tersebut, sudah sejauh mana kiranya usaha yang telah dilakukannya selama ini telah membawa hasil sehingga ia secara psikologis memiliki pedoman atau pengangan batin yang pasti guna menentukan langkah-langkah apa saja yang dipandang perlu dilakukan selanjutnya. Misalnya, dengan menggunakan metode-metode mengajar tertentu, hasil-hasil belajar siswa telah menunjukkan adanya peningkatan daya serap terhadap materi yang telah diberikan. Sebaliknya, apabila hasil-hasil belajar siswa ternyata tidak menggembirakan maka pendidik akan berusaha melakukan perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan sehingga hasil belajar siswa menjadi lebih baik.

Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan (khususnya evaluasi hasil belajar) akan dapat memberikan dorongan atau motivasi kepada mereka untuk dapat memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan prestasinya. Terutama dengan adanya semacam tes, seperti tes formatif dan sumatif. Guru wajib memberikan tes formatif kepada anak didiknya, guna mengetahui kemampuan mereka setelah menempuh materi pokok bahasan yang diberikannya. Begitu pula dengan adanya tes sumatif juga dapat mengukur keberhasian belajar peserta didik secara menyeluruh.

Tes Formatif (Pembinaan)

  1. A. Pengertian Tes Formatif

Tes formatif (formative test) juga disebut sebagai tes pembinaan, yakni tes yang diselenggarakan pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar, diselenggarakan secara periodik, isinya mencakup semua unit pengajaran yang telah diajarkan (Thoha, 2003: 47). Tes formatif juga diartikan sebagai evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan/ topik, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi formatif adalah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung, agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai.

Sementara Tesmer menyatakan formative evaluation is a judgement of the strengths and weakness of instruction in its developing stages, for purpose of revising the instruction to improve its effectiveness and appeal. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan tersebut. Wiersma menyatakan formative testing is done to monitor student progress over period of time. Dengan kata lain evaluasi formatif dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai. Menurut Zamroni (2008) dalam buku Esensi Praktis Belajar dan Pembelajaran menjelaskan bahwa tes formatif adalah tes yang dilaksanakan ketika program pendidikan sedang berjalan.

Dari berbagai pengertian tersebut daat disimpulkan bahwasannya tes formatif adalah tes yang dilakukan pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar atau setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan/ topik agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai.

  1. B. Tujuan Tes Formatif

Tujuan utama dari tes formatif adalah untuk mengetahui keberasilan dan kegagalan proses belajar mengajar, dengan demikian dapat dipakai untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. Untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya dari Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan baik, tes formatif seharusnya menggunakan penilaian acuan norma.

Oleh karena tujuan tes formatif untuk pembinaan dan perbaikan PBM, maka hendaknya guru memiliki kebesaran hati mencari kekurangan pada dirinya dalam mengajar yang meliputi aspek metodologik, didaktik, kurangnya motivasi, kemampuan mengelola kelas, kemampuan membangkitkan motivasi belajar peserta didik, serta kurangnya penguasaan bahan. Dengan demikian, sasaran tes formatif tidak ditujukan untuk menentukan kelulusan peserta didik, melainkan merangsang agar peserta didik lebih rajin belajar sekaligus mengetahui bagian-bagian manakah dari materi-materi yang diajarkan kepadanya yang belum dapat dikuasai dengan baik, selanjutnya dilakukan perbaikan dan pengulangan dalam belajar.

Selain itu, tujuan utama dari tes formatif adalah untuk mengetahui masalah dan hambatan kegiatan belajar mengajar termasuk metode belajar dan pembelajaran yang digunakan guru, kelemahan dan kelebihan seorang siswa. Hasil tes formatif merupakan umpan balik positif bagi guru dan siswa. Oleh karena itu, tes ini dapat dilaksanakan secara kurang formal seperti tes lisan misalnya.

Tes formatif dilaksanakan juga untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil maka akan diberikan remedial, yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya, bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan, yaitu materi tambahan yang sifatnya perluasan dan pendalaman dari topik yang telah dibahas.

  1. C. Kelebihan dan Kelemahan Tes Formatif

  1. D. Perbandingan Tes Formatif, dan Tes Sumatif
Ditinjau dari Tes Formatif Tes Sumatif
Fungsinya Umpan balik bagi siswa, guru maupun program untuk menilai pelaksanaan suatu unit program Memberi tanda telah mengikuti suatu program, dan menentukan posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan anggota kelompoknya
Cara memilih tujuan yang dievaluasi Mengukur semua tujuan instruksional khusus Mengukur tujuan instruksional umum
Skoring (cara menyekor) menggunakan standar mutlak menggunakan standar relatif
  1. E. Pemanfaatan Hasil Tes Formatif dan Tes Sumatif

Tes formatif merupakan jenis tes yang dilakukan oleh guru untuk memonitor hasil belajar siswa. Penyelenggaraan tes formatif biasanya dilakukan setelah siswa selesai mempelajari suatu unit atau topik pelajaran tertentu. Tes formatif biasanya dimanfaatkan untuk mengetahui kelemahan dan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa dalam mempelajari topik pelajaran yang spesifik. Pada dasarnya tes formatif dapat menggunakan beragam bentuk tes untuk mengukur hasil belajar siswa, baik tes maupun non tes.

~ oleh wahyumaulita pada April 17, 2010.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: